FROM SKILL TO INCOME: BUILD PORTOFOLIO YANG DILIRIK DAN DI BAYAR (WEBINAR #1 NEXORA)
Bandung, 20 Juni 2026 - NEXORA Official berkolaborasi dengan Duta Potensi Pemuda Indonesia Jawa Barat sukses melaksanakan Webinar perdana dalam rangkaian program kerja bersama, yakni Youth Development Hub and Soft skill, dengan judul webinar "FROM SKILL TO INCOME: BUILD PORTOFOLIO YANG DILIRIK DAN DI BAYAR". Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom meet ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari pelajar dan Mahasiswa Se-Indonesia, dengan provinsi yang memiliki participant terbanyak, yakni Jawa Barat.
Webinar ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan dan tantangan yang banyak dihadapi pemuda saat ini, yakni memiliki keterampilan dan potensi, namun belum bisa secara baik mengemasnya dalam bentuk portofolio yang rapih. Padahal melalui portofolio tersebut, segala karya atau proyek, prestasi yang telah dicapai, dan sebagainya bisa dibukukan dalam 1 file, yang dapat menjadi bukti kredibilitas untuk digunakan sebagai bahan pengembangan karir. Berbicara mengenai karir, sifatnya susatainable atau bekelanjutan/jangka panjang, maka kebutuhan akan webinar ini juga semakin urgent. Tidak sedikit pemuda yang memiliki potensi, bakat, pengalaman berorganisasi, karya, dan prestasi, namun masih kesulitan menunjukkannya melalui portofolio.
Pada ksempatan webinar ini, peserta tidak hanya diberikan knowledge terkait dasar/konsep fundamental portofolio saja, tetapi juga sampai praktik nya sehingga peserta dapat mempraktikkannya. Suatu kebaruan juga metode penyampaian tidak hanya menyasarkan pada dimensi kognitif saja, tetapi juga psikomotorik dan afektifnya. SIngkatnya peserta tidak hanya belajar mengenai bagaimana cara pembuatan portofolio, namun juga cara membrandingnya supaya dapat termonetisasi atau menghasilkan nilai ekonomi dari skill atau karya yang mereka miliki.
Webinar ini menghadirkan Siti Nafilah Izzaty, C.PS., mahasiswa berprestasi 2023 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dikenal aktif dan berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dengan pengalaman yang dimiliki, beliau membagikan berbagai tips praktis mengenai cara mengidentifikasi potensi diri, menyusun portofolio yang profesional, serta mengoptimalkan keterampilan menjadi peluang yang dapat membetikan manfaat dan penghasilan.
Melalui pematerian dan sesi diskusi, peserta di ajak untuk memahami bahwa portofolio bukan sekedar kumpulan dokumentasi, sertifikat, dan prestasi saja, tetapi juga sebagai bentuk representasi nilai diri dan kompetensi yang dimiliki, sehingga satu hal yang perlu diperhatikan dalam membuat portofolio adalah "ingin membawa value seperti apa, untuk mempengaruhi orang lain?".Peserta juga diberikan gambaran mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mulai membangun sejak dini.
Lalu apa itu porfolio, dan bagaimana cara membuat, serta membrandignya agar termonetisasi?
Pada tulisan ini akan meringkas webinar Portofolio ini dengan sebaik-baiknya, sebagai bacaan bagi teman-teman yang belum bisa mengiktui webinar Portofolio adalah kumpulan bukti nyata, dokumen, atau hasil karya terbaik dari seseorang, kelompok, atau perusahaan. Tujuannya untuk menunjukkan kemampuan, keterampilan, pengalaman, dan prestasi di bidang tertentu secara jelas.ada saat itu.
Portolio juga butuh personal branding, jika kita definisikan secara bahasa, personal branding merupakan ciri khas atau karateristik khusus kita yang bisa dikenal oleh orang lain, kunci dapat dikatakan personal branding bukan terletak pada "terkenal, jumlah follower, dsbnya" tetapi terletak pada "impact yang diberikan", contohnya seperti ini seseorang yang pandai dalam ilmu agama, ia akan terus dipercayai menjadi imam, karena dirinya sudah dikenal sebagai seorang imam dan yang paham agama, impact yang diberikan jelas, dia menjadi seorang pendakwah yang sifatnya mengingatkan masyarakat sekitar. (menurut penulis)
Mengapa butuh branding? Kita lihat 2 kasus berikut
Kasus 1: Dia jago desain, punya lebih dari 20 pencapaian baik secara akademik ataupun non akademik, sering magang, tapi tidak pernah upload di media sosial dan tidak membuat portofolio, sampai akhirnya dia sulit mendapatkan pekerjaan tetap (sulit di cari oleh recruiter)
Kasus 2: Skill biasa/standart, aktif membangun portofolio, sering berorganisasi, dia mendapatkan klien pertama setelah membuat portofolio.
Apa yang kamu dapat ambil dari kedua kasus tersebut? Letak perbedaan di antara keduanya, pada kasus pertama dia tidak mendapatkan oppurtunity dari recuiter karena jarang dipublish dari setiap pencapaian dia, di zaman serba cepat, sosmed, dan era digitalisasi ini semuanya serba screenning atau melihat melalui media sosial, sehingga recuiter sulit mencari orang seperti ini, di sisi lain karena tidak adanya recapan karya, sehingga kredibilitasnya kurang. Berbeda dengan kasus orang kedua yang walaupun skillnya pas pasan/standat, tapi karena rajin untuk memperbarui portofolio dan membranding dirinya, dia dapat direcruit.
Tapi ketika ingin membuat portofolio saya merasa tidak mampu!. Nah ini dia..."Mitos yang membuat diri kita tidak mulai", Narasumber mengatakan bahwa ketika kita ingin membangun portofolio pasti terdapat tantangan berupa persepsi dari diri sendiri ataupun orang lain seperti:
- "Aku belum cukup jago, mumpuni, dan punya banyak pengalaman" - padahal portofolio dibuat untuk menunjukkan proses berkembang.
- "Aku belum punya klien" - padahal banyak freelancer mendapatkan klien pertama setelah membuat portofolio.
Bagaimana rute atau prosedur agar bisa menjadi seperti orang pertama?
Narasumber memberikan beberapa prosedur yang bisa teman-teman coba. Berikut formula yang diberikan oleh narasumber untuk mengubah skill menjadi Pemasukkan
- Skill: Kamu perlu tahu apa kemampuan, bakat, dan kompetensi kamu, misalnya Public Speaking. Perlu diketahui juga skill hanya modal (modal yang fundametal)
- Portofolio: Sebagai bentuk bukti dari kompetensi kamu (yang sudah kamu recap), tunjukkan skill tersebut melalui karya, atau proyek nyata agar orang lain bisa melirik kamu. Ada beberapa phase, awal untuk membranding persepsi orang lain masih belum terbentuk sempurna terhadap kamu, namun ketika kamu konsisten melakukannya maka akan membuat persepsi tersebut menjadi sempurna.
- Personal Branding: Sebagai bentuk promosi dari skill dan portofolio yang kamu punya, perkenalkan diri kamu ke dunia! Bangun citra diri, tunjukkan nilai diri, dan konsisten dalam membagikan konten yang bermanfaat.
- Oppurtunity: atau kesempatan, saat skill, portofolio, dan personal branding kuat, peluang akan datang: proyek, kerja sama, tawaran kerja, dll.
- Income: melalui kesempatan tersebut kamu bisa dibayar setelah melaksanakan kontrak yang sudah diberikan. Peluang yang kamu ambil dengan konsisten akan menghasilkan penghasilan dan membuka jalan menuju kebebasan finansial.
"Apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam portofolio bagi pelajar yang belum bekerja?". Ada beberapa yang bisa kamu cantumkan dalam portofolio, di antaranya (mencakup pengalaman):
- Volunteer (Sertifikat/Dokumentasi)
- Kepanitiaan/Organisasi
- Freelancer (Baik freelance pribadi atau dari lembaga lain)
- Karya/produk yang dihasilkan selama masa Sekolah/Kuliah
Tidak perlu standart tinggi bagi pemula, karena semuanya berjalan secara bertahap, dan itulah proses. Jika ingin sesuatu dengan value tinggi, maka capai dengan value tinggi juga. Kemudian bagaimana jika ingin masuk organisas, namun syaratnya harus ada sertifikat organsisasi atau pengalaman lainnya, kamu bisa sampaikan sesuatu yang identik pengalamannya, misalnya kamu pernah berkontribusi dikepanitiaan agustusan tingkat dusun atau desa. Tentunya ketika ingin mengikuti organisasi, pastinya harus bertahap juga, mulai dengan porsi ringan.
Setelah bakat kamu ketemu dan portofolio selesai dirancang, saat nya kamu branding diri kamu bisa melalui instagram atau linkdn, dan media sosial lainnya seperti you tube bahkan whatsapp. Apa yang bisa diisi dan dipublikasi? Kamu bisa up keseharian kamu sebagai seseorang yang produktif, behind the scene kegiatan, pengalaman organisasi, achievement, insight, dan sebagainya.
Dari branding? percayalah jika konsisten, banyak pasar yang menarik kamu sehingga akan masuk income, namun perlu diperhatikan berikut urutan kamu bisa untuk branding dan kejar income.
LEVEL 1
Kamu bisa promosi, branding, dan share ke
- Lingkaran terdekat
- Teman
- Organisasi
- Institusi
LEVEL 2
- Media sosial
- Tiktok
- Youtube
- Linkdn
LEVEL 3
- Marketplace
- Freelance
- Fiver
- Projects.co.id
- Sribulancer
Sistem level tersebut bisa kamu gunakan untuk mengtahui sejauh mana kamu bisa membranding, dan fokuslah untuk bertahap.
1 Hal lagi yang perlu kamu perhatikan mengenai kesalahan yang membuat portofolio tidak dilirik, di antaranya
- Terlalu banyak tulisan
- Tidak ada bukti visual
- Tidak ada pencapaian
- Tidak update
- Tidak menunjukkan hasil
Demikian resume yang dapat penulis buat berdasarkan pematerian Webinar perdana NEXORA. Semoga melalui webinar dan tulisan ini bisa sedikit membantu keraguan dan kebingungan teman-teman dalam pembangunan portofolio. Untuk sharing lebih lanjut bisa hubungi kontak di bawah ini.
CP (081804540275)
.jpg)



Komentar
Posting Komentar